Saatnya tiba bagi sang
surya ...
Menggeser
singgahsanannya
Menyirami belahan
lainnya dengan pancarannya
Mengatupkan sejenak
tirainnya
Mempersilakan malam
berpesta
Mempersembahkan bulan
berdansa
Kini, hamparan hitam
keabuan terbentang
Sejumlah titik mungil
tertempel lekat
Deburan ombak setia
mencumbu lembut pasir
Tergelar apik berlomba
bersua
Beradu bersama para
pencakar langit
Tertawa renyah
bernyanyi indah
Dan disana, semut-semut
kecil berlenggak-lenggok
Berputar angkuh
berpijak sinis
Sedang aku ...
Menatap lembut,
Bersandar teduh,
Menggenggam hangat
lelakiku
Berlabuh pada pundak
bidangnya
Bercerita riuh isi
kepala
Melontar bahagia rasa
di dada
Bertukar dunia, duniaku
juga duniannya dulu
Menyapu pandang para
semut kecil
Sekecil kami berbingkai
harap
Tersibak angin bersiul
mesra
Terangkul dingin nafas
sang dewi
Betapa anggunnya
menyapa malam
Menyapanya bersama
lelakiku
Lelaki terhebat dalam
cangkang hidupku
Yang kerap kubisikkan
malu-malu
Ayah, aku mencintaimu
...

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire