Here, I am



lundi, juillet 30, 2012

Tak Pernah Menyesal Mengenalmu

Dulu, dulu sekali aku pernah terpaut denganmu. Pernah terlibat dalam sepenggal cerita dalam hidupmu. Masih ingat,kah?
Sadar atau tidak, aku pernah sedikit mengisi hari-harimu kala itu. Bermain bersama, bercengkerama bersama, melakukan aktivitas bersama hingga terkadang tanpa kau sadar, aku tahu semua tentangmu. Aku tahu sifat terdalammu, aku tahu kebiasaanmu hingga aku juga tahu seluk beluk keluargamu. Tentang kehidupanmu yang tak semulus kehidupan keluarga bahagia lainnya. Dimana dibalik senyum manis yang selalu kukagumi, kau menyimpan tangis yang tak mau kau eluh-eluhkan. Itu karena kau tidak ingin orang lain berbelas kasih padamu.
Aku tahu, kau tak mau berlama-lama berada di rumah bukan karena tak peduli dengan keluargamu, tapi lebih tepatnya kau tidak mau sepanjang hari hanya terpuruk meratapi nasibmu yang tak bisa berkumpul bersama kedua orang tuamu layaknya sebuah keluarga bahagia.
Kau juga acuh bukan karena kau tak peduli, melainkan kau ingin lebih menikmati hidupmu yang mungkin hanya kau yang bisa memaknai dan megartikannya.
Aku juga sangat mengerti selama ini kau mendapat cap anak nakal, itu bukan tanpa sebab. Kau hanya ingin melampiaskan apa yang terpendam dalam relungmu melalui perbuatan. Bahwa kau juga ingin menunjukkan bahwa kau itu ada. Bahwa kau juga hidup di dunia ini. Bukan hanya sekedar replika nama belaka.
Tapi aku percaya. Sangat percaya, bahwa dibalik semua keburukan yang orang lain sematkan pada mu, sesungguhnya kau adalah seorang lelaki yang penuh kasih sayang. Dan satu hal yang selalu aku kagumi selain senyummu dari dulu hingga sekarang. Bahwa kau selalu menghormati dan menghargai wanita, bahwa kau tak pernah mau sedikit pun melukai wanita.
Masih kuingat betul kenangan sekian tahun yang lalu itu. Kau pernah menunjukkan sikap bahwa kau sama sekali tak ingin melukaiku. Sungguh sifat yang kudambakan dari seorang Adam.
Dan kini, meski aku sudah tak lagi bertatap denganmu, meski tak lagi tahu menahu keadaanmu, tapi setidaknya, kenangan itu akan selalu ku ukir indah bersama hidupku...
Satu hal yang harus kau tahu, bahwa aku tak pernah menyesal mengenalmu,
Bahwa aku tak pernah menyesal sedikitpun mencintaimu, menjadikanmu cinta pertamaku....

dimanche, juillet 29, 2012

Prancis, Betapa Ingin Aku Menjamahmu...


Mungkin selama ini bisa dikatakan aku terlalu buta akan dunia luas. Bagaimana tidak? Dulu, aku hanya berkutat dengan hal itu-itu saja. Tak begitu mengenal teknologi, fashion style apalagi ranah Eropa yang rata-rata menjadi kiblat bagi penduduk dunia.
Seperti kita tahu bahwa bumi Eropa di huni oleh negri-negri dengan sejuta pesona dan membawa gebrakan baru bagi dunia secara keseluruhan. Ambil contoh negara Prancis. Negara dengan ikon Eiffel ini menjadi salah satu tujuan wisata yang banyak diburu.
Prancis. Berbincang mengenai negara ini. Hal pertama yang terbesit pada benak kita selain menjulang tingginya Eiffel, pasti juga keju dan anggurnya. Ya. Negara satu ini terkenal dengan keju yang dalam bahasa Prancis disebut fromage, juga anggur yang disebut vin.
Aku mengenal Prancis ketika pertama kali aku belajar bahasa indah tersebut pada saat duduk manis dibangku pertama sekolah menengah atas. Selanjutnya, memutuskan untuk lebih mendalami bahasa itu, maka semakin berbaur lah aku bersamanya.
Apalagi saat ini aku sedang mengenyam pendidikan di sastra Prancis. Semakin dan semakin kenyang lah aku melahap semua tentang dunia Prancis.
Pertama, mulai dikenalkan dengan pelafalan dalam bahasa Prancis ketika berada pada tahun pertama dibangku kuliah. Lucu, unik, dan tentu menarik kesan yang hingga kini masih terngiang di benakku. Mengotak-atik mulut demi melafalkan kata berbahasa Prancis secara baik dan benar adalah tugas utamaku sebagai pemula. Bunyi sengau, nazal, bunyi yang bacanya terbalik dari tulisannya adalah sekilas hal yang selalu membuatku begitu terpikat dan agak sedikit geli dengan bahasa yang satu ini.
Juga keunikan orang Prancis yang tak bisa mengucapkan huruf R yang sebenarnya, juga tak bisa melafalkan huruf H. Sungguh bahasa yang unik dan selalu memancingku untuk tetap dan bertambah cinta padanya.
Dan satu hal lagi mengenai negara gemerlap ini. Keindahannya. Beberapa tempat wisata yang terangkul dalam dekapan tanah Prancis telah aku masukan dalam daftar tempat-tempat yang begitu ingin aku kunjungi.

Menara Eiffel

L'arc de Triomphe

Musee du Louvre

La Sorbonne

Place de la Concorde

Menara Eiffel, tentunya. Aku ingin bisa meng-klik foto di depan menara tersohor di dunia itu, kemudian bisa berada di ketinggian puncaknya untuk menikmati malamnya kota Paris. Lalu, Musee du Louvre yang merupakan museum terbesar yang mana mempunyai arsitektur unik bergaya piramida dari kaca. Juga di dalamnya konon terdapat lukisan asli Monalisa karya sang legendaris Leonardo Da Vinci yang hingga kini misterinya masih simpang siur.
Menilik La Sorbonne, boleh juga. Komplek universitas yang telah tersohor di dunia ini begitu membuatku iri dengan semua sistem pendidikannya. Arsitek Gothic yang tak kalah memikatnya menambah keunikan tempat yang telah menjadi salah satu tempat wisata yang wajib dukinjungi ketika menginjakkan kaki di Prancis.
Satu lagi tempat yang wajib aku kunjungi ketika suatu saat nanti Takdir bisa membawaku ke bumi Eropa, L’arc de Triomphe atau yang dalam bahasa Indonesia berarti gapura kemenangan. Monumen berbentuk pelengkung kemenangan di Paris yang berdiri dengan gagahnya di tengah area Place de l’Etoile, di ujung barat wilayah Champs-Elysees ini dibangun atas perintah Napoleon Bonaperte dengan tujuan untuk menghormati jasa para tentara kebesarannya.
Arc de Tromphe ini merupakan salah satu monumen yang terkenal di Paris dimana konon katanya terdapat makam Napoleon di dalamnya. Namun ada juga yang menyebutkan jenazah Napoleon hanya diarak melewatinya saja sebelum dimakamkan di Invalides. Juga kasak-kusuk menyebutkan di bawah Arc de Triomphe terdapat sebuah makam prajurit tak dikenal sebagai wujud penghargaan atas jasa-jasanya.
Selain itu aku juga ingin mengunjungi alun-alun terluas di Prancis yang dikenal dengan nama Place de la Concorde. Alun-alun yang dibangun pada sekitar tahun 1755 diatas lahan seluas 86.400 meter ini memiliki ciri khasnya dengan monumen dan air mancur. Agak ngeri, sebelum dinamai Place de la Concorde, dulu pada masa Revolusi, tempat ini pernah digunakan sebagai tempat guillotine atau eksekusi hukuman mati. Termasuk hukuman mati pada Raja Louis XVI dan istrinya yang dijuluki madame defisit, Marie Antoinette.
Dan, ada yang ketinggalan. Sungai Seine tak boleh dilewatkan tentunya. Sungai yang mengalir indah di sekitaran sang Eiffel ini terkenal dengan suasan romantisnya. Sungguh tak bisa dibayangkan jika aku bisa berada di Prancis lalu mengunjungi sungai Seine dan menikmati keromantisan kotanya yang khas.
Wow, luar biasa, bukan? Terbang ke Prancis seolah mimpi wajib bagi anak-anak jebolan sastra Prancis. Mungkin kalau sedang mengenyam pendidikan di sastra Korea atau Jepang juga mimpinya juga akan pergi ke dua negara itu. Korea dan Jepang.
Begitu pula lah dengan aku yang semenjak mengenal dan lebih memperdalam bahasa Prancis, hasrat ingin mencumbunya begitu luar biasa. Meski aku tak punya uang yang cukup untuk terbang kemudian hidup di sana, tapi aku percaya Tuhan itu selalu mempunyai rencana yang indah yang tentu tak pernah kita duga. Bisa saja tiba-tiba ada orang kaya raya yang baik hati yang secara cuma-cuma memberiku tiket pulang pergi ke Prancis lengkap biaya hidupnya untuk semakin mendalami bahasa Prancis. Tentu, semua itu mungkin saja terjadi.
Bagiku, mimpi setinggi mungkin itu harus. Buang jauh-jauh pikiran yang mengatakan bahwa buat apa mimpi setinggi mungkin, kalau jatuh nanti sakit. Aihh,, pepatah jebolan kapan itu? Justru anak muda jaman sekarang dituntut untuk bermimpi sejauh mungkin. Asalkan tidak hanya bermimpi, melainkan juga dibarengi usaha pastinya.
Aku teringat dengan sebuah perkataan seseorang yang pernah menyemangatiku :
Kalau kebanyakan orang mempunyai mimpi yang masuk akal tapi cara meraihnya melalui hal-hal yang tida masuk akal, maka aku sebaliknya. Aku mempunyai mimpi yang tidak masuk akal, tapi aku menggunakan cara-cara yang masuk akal untuk meraihya.”
Kurang lebihnya seperti itu lah.
Hmm.... sederhana namun mengandung makna yang luar biasa jika dirasakan. Memang benar,kan? Kita boleh kok mempunyai mimpi yang mungkin bagi orang tidak masuk akal. Seperti suatu saat aku benar-benar bisa melanjutkan pendidikanku di Prancis melalui beasiswa bergengsi Erasmus Mundus, lalu bertemu dengan pengusaha asli Prancis yang menyerahkan salah satu perusahaannya kepadaku untuk aku kelola di Indonesia. Haha, kedengarannya tidak masuk akal,dan juga terlalu muluk, tapi hari depan siapa yang tahu? Di hadapan Allah, semua tidak ada yang tidak masuk akal. Saat ini aku langsung nemu tiket pesawat ke Prancis juga sah-sah saja kalau memang Allah mengaturnya begitu.
Jadi, percyalah. Mimpi setinggi mungkin itu sangat perlu untuk membangkitkan naluri hidup kita agar lebih maju dan lebih baik lagi tentunya. (Motivasi untuk diriku sendiri)
Intinya, aku percaya bahwa aku pasti bisa meraih semua mimpiku. Aku pasti bisa terbang ke Prancis secara gratis ( Aamiin, Ya Allah)...

Kun Fayakun, maka jadilah!