Dulu, dulu sekali aku pernah terpaut denganmu. Pernah terlibat dalam sepenggal cerita dalam hidupmu. Masih ingat,kah?
Sadar atau tidak, aku pernah sedikit mengisi hari-harimu kala itu. Bermain bersama, bercengkerama bersama, melakukan aktivitas bersama hingga terkadang tanpa kau sadar, aku tahu semua tentangmu. Aku tahu sifat terdalammu, aku tahu kebiasaanmu hingga aku juga tahu seluk beluk keluargamu. Tentang kehidupanmu yang tak semulus kehidupan keluarga bahagia lainnya. Dimana dibalik senyum manis yang selalu kukagumi, kau menyimpan tangis yang tak mau kau eluh-eluhkan. Itu karena kau tidak ingin orang lain berbelas kasih padamu.
Aku tahu, kau tak mau berlama-lama berada di rumah bukan karena tak peduli dengan keluargamu, tapi lebih tepatnya kau tidak mau sepanjang hari hanya terpuruk meratapi nasibmu yang tak bisa berkumpul bersama kedua orang tuamu layaknya sebuah keluarga bahagia.
Kau juga acuh bukan karena kau tak peduli, melainkan kau ingin lebih menikmati hidupmu yang mungkin hanya kau yang bisa memaknai dan megartikannya.
Aku juga sangat mengerti selama ini kau mendapat cap anak nakal, itu bukan tanpa sebab. Kau hanya ingin melampiaskan apa yang terpendam dalam relungmu melalui perbuatan. Bahwa kau juga ingin menunjukkan bahwa kau itu ada. Bahwa kau juga hidup di dunia ini. Bukan hanya sekedar replika nama belaka.
Tapi aku percaya. Sangat percaya, bahwa dibalik semua keburukan yang orang lain sematkan pada mu, sesungguhnya kau adalah seorang lelaki yang penuh kasih sayang. Dan satu hal yang selalu aku kagumi selain senyummu dari dulu hingga sekarang. Bahwa kau selalu menghormati dan menghargai wanita, bahwa kau tak pernah mau sedikit pun melukai wanita.
Masih kuingat betul kenangan sekian tahun yang lalu itu. Kau pernah menunjukkan sikap bahwa kau sama sekali tak ingin melukaiku. Sungguh sifat yang kudambakan dari seorang Adam.
Dan kini, meski aku sudah tak lagi bertatap denganmu, meski tak lagi tahu menahu keadaanmu, tapi setidaknya, kenangan itu akan selalu ku ukir indah bersama hidupku...
Satu hal yang harus kau tahu, bahwa aku tak pernah menyesal mengenalmu,
Bahwa aku tak pernah menyesal sedikitpun mencintaimu, menjadikanmu cinta pertamaku....

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire