Here, I am



jeudi, août 09, 2012

Joyeux Anniversaire....

Kemarin, tepatnya menginjak tanggal 08 Agustus 2012, ada salah satu orang yang bisa dikatakan dia cukup mempunyai andil dalam hidupku, yang telah memasuki gerbang usia yang baru. Yap! laki-laki itu berulang tahun! entah yang keberapa pun aku juga tak begitu  tahu, hanya yang kuingat tanggal dan bulan ia dilahirkan ke dunia ini. 
Laki-laki yang semakin lama semakin kupikir berjasa dalam hidupku. Betapa tidak? selalu meluangkan waktunya untuk mengulurkan tangannya demi membantu apa yang kami butuhkan. Selalu siap siaga jika ibu atau ayahku mulai mengankat ganggang telepon kemudian menghubunginya untuk segera datang ke rumah mengerjakan suatu pekerjaan yang tak dikuasai orang tuaku. 
Tak jarang, kesana dan kesini ia melangkah demi memenuhi permintaan orang tuaku. Bukan hanya orang tuaku tetapi juga aku! terlalu parah bahkan. Masih kuingat ketika aku masih ingusan beberapa tahun silam, dimana aku belum mengenal dunia luas juga tentunya belum dewasa. Selalu merepotkan dia. Meminta ini dan itu. Bahkan pernah juga melemparinya sandal karena marah tidak dibelikan suatu barang yang memang pada zaman itu sedang melegenda. hahaha, masa itu...
Beranjak dewasa pula, aku masih setia merepotinya. Belum terlalu mengenal tekhnologi, dia yang kujadikan sasaranku. Memboyongnya ke alun-alun kota kelahiranku untuk mendapat sinyal wi-fi hanya untuk menjelajah dunia facebook. Terkadang memaksanya untuk mengerjakan tugas-tugasku yang aku sendiri tidak bisa melakukannya.
hahaha jika kuingat semua itu rasanya tak ada yang bisa menandingi semua kebaikannya. Bahkan, aku juga kerap mengaguminya kala dengan sabarnya ia menjelaskan jawaban dari pertanyaan konyolku. Tentang bagaimana terjadinya air terjun, tentang hal-hal yang terjadi di dunia ini. Dia yang paling sabar menjelaskan dengan berpikir dari sudut pandangku, ketika ibuku menyerah untuk menjelaskan kepadaku. Ia yang bisa berbaur dengan pemikiran orang-orang di sekitarnya. Ia yang sering  netral ketika keluarga kami tertimpa masalah dan bersebarangan dalam pikiran. Ia yang sering ditarik kesana-kesini oleh semua kakaknya. Membantu ini, membantu itu. 
Tapi satu hal. Dia tak pernah mengeluh. Bahkan ketika tengah malam ayahku datang ke rumahnya lalu membangunkannya untuk menemani ke warnet melihat hasil SNMPTNku tahun lalu pun, ia mengiyakan meski dengan kedua mata sayup-sayup masih lengket mengatup enggan terbuka.
Tapi kini, setidaknya ia mulai meraih apa yang ia angankan. Membeli barang-barang yang ia punya dengan tabungan yang entah ia kumpulkan sejak kapan. Dulu, ia yang berangkat kerja dengan sebuah motor butut bersuara bising, kini sudah berubah menjadi sebuah motor yang lebih baik meski bukan keluaran baru lagi. 
Aku tersenyum kagum ketika kuingat wajahnya saat ini. Wajah dengan hidung terlanjur mancung dan kulit lumayan putih itu ternyata sangat berjasa dalam hidupku. Mau mondar-mandir turut mengurus proses aku menjadi seorang mahasiswi. Dan kudengar dari ibuku, kini ia selalu meluangkan waktu berliburnya untuk menemani keluargaku berjalan-jalan ria dengan duduk dibalik kemudi mobil.
Tapi sedih. di usianya yang kubilang sudah sangat matang ini, satu pertanyaan kusisipkan untuknya. Kenapa belum melangkah ke pelaminan juga? Banyak pemikiranku yang berkelebat mencoba menerka alasanya. Tapi aku tahu, ia sedang mencari seseorang yang terbaik dari semua yang baik. Mungkin kehidupan saudara-saudaranya terdahulu yang menjadi acuannya untuk menapaki jalannya kedepan bersama seseorang yang kelak akan menjadi tulang rusuknya.
Dan akhirnya kini aku telah dewasa, aku tak bisa menyumbang sama banyaknya dengan apa yang pernah ia lakukan untukku dan keluargaku. Hanya seuntai doa yang bisa kusuguhkan untuknya. Semoga kelak kau akan bahagia dengan buah yang telah kau tanam selama ini...
Aku percaya, suatu saat akan banyak tangan yang terulur untuk merangkulmu...
Terima kasih atas semuanya..
Sekali lagi, Selamat Ulang Tahun kepada laki-laki yang kupanggil Om Safik itu...
Tak ada kado atau menjulangnya lilin diatas tumpukan kue. Yang ada hanyalah doa tulus, dan sekali lagi hanya ucapan sederhaha dariku...
Dari keponakanmu yang selalu merepotkan, yang selalu cerewet, dan tentunya bawel.
Joyeux Anniversaire, Mon Oncle...

vendredi, août 03, 2012

Sebuah Nama “ Novamour “ ...


Novamour. Adalah sebuah nama yang bukan sembarang nama untukku. Tak langsung kemudian muncul sebagai Novamour begitu saja. Sedikit hiperbola, mungkin membutuhkan proses waktu lebih dari setahun dua tahun.
Bagi orang yang mengenal bahasa Prancis pasti akan menangkap ada satu kosakata yang sudah tak asing lagi. Amour . kosakata dalam bahasa Prancis yang artinya Cinta.
Berawal dari pertama kalinya aku mempelajari bahasa Prancis empat tahun yang lalu, dimana aku mulai mengenal kata Amour. Pertama kali mendengarnya seolah aku sudah menyukai kata itu. Tentu, karena mempunyai arti Cinta, aku terpatri dengannya.
Lalu, seiring bergulirnya waktu aku menamai diriku sebagai Nonophe Amour. Agak alay memang. Sesuai usia yang pada saat itu aku masih tergolong anak ABG yang masih berkutat dengan seragam putih abu-abu. Hingga di pesantren kala aku nyantri dulu pun, hampir semuanya memanggilku dengan panggilan Amour.
Dan sekarang pun aku masih sangat menyukai kata Amour. Hingga sampai saat ini kata itu mengikuti nama panggilanku. Tentu hanya aku yang tahu. Melalui beberapa perubahan, akhirnya aku jatuh cinta dengan Novamour. Sebuah nama yang bagiku tak hanya sekedar nama. Juga bukan karena mempunyai arti Cinta. Lebih dari itu, Novamour seolah menjadi bagian dari hidupku.
Aku pun menyematkan nama itu dalam beberapa situs jaringan sosial yang aku punya. Aku juga berangan jika suatu saat nanti karyaku telah berhasil menembus dunia luas, aku akan tampil sebagai Novamour sebagai nama pena ku.
Tapi mendengar Novamour, teman-teman seangkatanku langsung bertanya-tanya atau bahkan menertawakannya. Aku tak mau ambil pusing. Setiap nama mempunyai sejarah tersendiri. Begitu pula dengan Novamour yang bagiku memiliki sejarahnya tersendiri. Sejarah yang menyangkut keberadaan seseorang dimasa lalu ku. Sejarah yang tak bisa lepas dari kenangan dimasa lampau ku.
Sekali lagi, aku menyematkan kata Amour bukan karena berarti Cinta. Jika diartikan Novamour mungkin bisa jadi namaku dikaitkan dengan cinta. Tapi bukan itu yang aku mau. Aku menyukai Amour karena keunikannya dan arti yang mendalam yang hanya aku yang bisa mengartikannya sendiri.
Novamour, sebuah nama sebuah cerita sebuah sejarah sebuah kenangan dan sebuah impian yang terselubung didalamnya...
Sekali lagi, hanya aku dan Tuhan yang mengerti tentangnya...
Tentang sebuah kata " Novamour"....