Here, I am



mardi, novembre 13, 2012

Mon Anniversaire ...

Kemarin tepatnya tanggal 12 nopember aku telah menggenggam usia genap 19 tahun. Semua rasa berbaur menjadi satu. Antara senang dan sedih. Bahagia dan menangis. Bahagia karena hampir semua mengucapkan " joyeux anniversaire" padaku. Tapi sedih. Justru beberapa orang yang memiliki andil dalam hidupku sama sekali tak menyuarakkan suaranya.
Memang saat ini kerenggangan tengah memisahkan aku dengan mereka. Tapi sejatinya mereka mengingat lalu minimal ucap "selamat" padaku. Bukan hadiah wow yang aku inginkan. Bukan kado mewah yang aku harapkan. Tapi hanya untaian ucapan tulus beserta senyum terkembang dari bibir mereka lah yang aku nantikan. Meski begitu, aku tetap mencoba yakin bahwa meski tak terucap lewat kata, pastilah teruntai lewat doa dalam setiap munajah yang mereka hadirkan.
Dan kini, tak terasa bahwa aku telah membuka mata selama 19 tahun lamanya. Sungguh anugrah luar biasa dalam hidupku. Sudah 19 tahun sudah aku menapaki bumi tua ini. Selama itu pula aku menjalani berbagai proses kehidupan yang tak bisa aku hilangkan.  Saatnya kini aku dewasa. Menjadi dewasa lebih tepatnya. Dengan berbagai hal yang menerpaku, aku semakin diajarkan oleh-Nya tentang kisah hidup yang sesungguhnya. Semakin belajar lah aku akan sebuah kehidupan.
Di detik ini, aku harap agar aku menjadi pribadi yang jauh lebih baik tentunya. Semakin dewasa dalam segala hal dan belajar dari berbagai masalah yang pernah singgah membelaiku.
Aku harap, aku bisa semakin akrab dengan badai itu lalu bisa mengencaninya. 
Ya Rabb, aku yakin Kau selalu mendengar tiap kata yang aku lontarkan pada-Mu, juga aku mohon Kau kabulkan tiap untai pinta yang aku suguhkan pada-Mu ...
Hanya Kau yang tahu apa yang aku mau ...
Bungkuslah ini semua dalam bingkai terindah dalam hidupku agar kelak aku dapat mengenangnya sebagai hal terindah dalam genggamku ...

mercredi, novembre 07, 2012

Tuhan, tolong ...

Saat ini ketika jari jemariku tengah pilu menelusuri bodi laptopku, tangisku hampir saja pecah. Miris jika kembali mengingat keberadaanku. Pada sebuah tempat yang sama sekali tak kubayangkan sebelumnya akan begini berbaur dalam khayalku.
Memainkan tiga kehidupan yang sama sekali tak sama. Berbeda satu dengan yang lain. Dan karena itu, tertekan seolah menjadi cerminan hidupku tiap hari. Dan aku melakukan itu semua semata-mata demi kedua malaikatku. Demi kedua orang tuaku.
Tapi, sedih. Rasa lelah dan jenuh selalu menghampiriku. Aku bukan wonder woman yang dengan mudah menjalani ini semua. Aku hanyalah gadis biasa yang tak punya kekuatan besar untuk memikul ini semua. Aku tahu. Sangat tahu bahwa ini semua adalah amanat dari mereka demi semua kebaikanku. Tapi, tegakah mereka menumpahkan semuanya padaku? Harus ini dan harus itu. Memikirkan ini dan memikirkan itu. Jujur Tuhan! aku tidak sanggup menjalani ini semua dalam waktu bersamaan. Aku ingin melepas semuanya. Aku hanya ingin bebas mengekspresikan semua yang kurasakan yang terlalu lama bersarang dalam benakku.
Tuhann,, sampaikan pada mereka. Tolong jangan menumpahkan semuanya pada kedua pundakku. Aku juga punya keinginan bagi diriku sendiri. Aku juga berhak menentukan jalan mana yang sekiranya terbaik untukku dan hidupku. Kini aku telah tumbuh menjadi seorang yang dewasa. Prosentase andilku harusnya semakin besar dalam penentuan jalan hidupku sendiri. 
Tuhan, tolong sentuh lembut hati mereka agar menerima inginku. Aku lelah dengan semua ini. Aku muak dengan sekitarku. Aku ingin menemukan jati diriku sendiri. Aku ingin menari dengan caraku sendiri. Dan, aku ingin memeluk anganku seorang diri.
Aku ingin terbang , Tuhannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Aku lelaaaaaaaahhhhhh
Biarkan aku menghirup ketenangan ituuuuu
Biarkan aku terbang sejenakk ...