Here, I am



mercredi, novembre 07, 2012

Tuhan, tolong ...

Saat ini ketika jari jemariku tengah pilu menelusuri bodi laptopku, tangisku hampir saja pecah. Miris jika kembali mengingat keberadaanku. Pada sebuah tempat yang sama sekali tak kubayangkan sebelumnya akan begini berbaur dalam khayalku.
Memainkan tiga kehidupan yang sama sekali tak sama. Berbeda satu dengan yang lain. Dan karena itu, tertekan seolah menjadi cerminan hidupku tiap hari. Dan aku melakukan itu semua semata-mata demi kedua malaikatku. Demi kedua orang tuaku.
Tapi, sedih. Rasa lelah dan jenuh selalu menghampiriku. Aku bukan wonder woman yang dengan mudah menjalani ini semua. Aku hanyalah gadis biasa yang tak punya kekuatan besar untuk memikul ini semua. Aku tahu. Sangat tahu bahwa ini semua adalah amanat dari mereka demi semua kebaikanku. Tapi, tegakah mereka menumpahkan semuanya padaku? Harus ini dan harus itu. Memikirkan ini dan memikirkan itu. Jujur Tuhan! aku tidak sanggup menjalani ini semua dalam waktu bersamaan. Aku ingin melepas semuanya. Aku hanya ingin bebas mengekspresikan semua yang kurasakan yang terlalu lama bersarang dalam benakku.
Tuhann,, sampaikan pada mereka. Tolong jangan menumpahkan semuanya pada kedua pundakku. Aku juga punya keinginan bagi diriku sendiri. Aku juga berhak menentukan jalan mana yang sekiranya terbaik untukku dan hidupku. Kini aku telah tumbuh menjadi seorang yang dewasa. Prosentase andilku harusnya semakin besar dalam penentuan jalan hidupku sendiri. 
Tuhan, tolong sentuh lembut hati mereka agar menerima inginku. Aku lelah dengan semua ini. Aku muak dengan sekitarku. Aku ingin menemukan jati diriku sendiri. Aku ingin menari dengan caraku sendiri. Dan, aku ingin memeluk anganku seorang diri.
Aku ingin terbang , Tuhannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn
Aku lelaaaaaaaahhhhhh
Biarkan aku menghirup ketenangan ituuuuu
Biarkan aku terbang sejenakk ...

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire