Here, I am



mercredi, avril 25, 2012

Filsafat, Cintaku Yang Baru



Sungguh tidak pernah terbesit dalam pemikiranku untuk selanjutnya menerima atau mungkin hanya sekedar ‘menampung’ apa yang disebut orang dengan filsafat. Karena dalam pikiranku atau sekedar menebak saja ketika aku nanti menyelami atau mendalami  salah satu bahasa yang cukup populer didunia yakni bahasa Prancis, aku tidak  bertemu dengan ilmu-ilmu lain yang lebih uiversal dan mengglobal.

Seperti filsafat yang saat ini sedang aku coba untuk pelajari meski tidak secara mendalam dan menyeluruh seperti semestinya. Tetapi paling tidak aku sudah mulai jatuh cinta dengan ilmu yang satu ini.

Menurutku filsafat adalah sesuatu yang menakjubkan. Banyak orang termasuk aku mungkin yang pada saat pertama kali berkenalan dengan filsafat langsung men-judge bahwa filsafat itu ilmu yang tidak penting dalam kehidupan sehari-hari atau masih banyak kok ilmu-ilmu lain yang lebih ‘seru’ untuk diselami. Padahal, sebenarnya jika kita telaah, filsafat sangat dibutuhkan dan sangat penting dalam pemikiran sehari-hari. Karena dalam filsafat kita diajari bagaimana cara berpikir  filsafati. Yakni salah satunya adalah berpikir kritis dan bebas.

Kritis yang dimaksud secara garis besar adalah mempertanyakan jawaban yang sudah  ada bukan mencari jawaban atas sesuatu. Dan yang lebih penting tidak mudah menerima statement dari orang lain. Dalam hal ini kita dianjurkan untuk tidak mudah percaya (tentu  berbeda dengan sikap skeptis) akan pernyataan seseorang. Dalam arti ketika ada teman yang mengatakan sesuatu atau memberi tahu tentang suatu hal, kita tidak langsung meng-iya-kan saja pernyataan tersebut. Melainkan, kita mencari tahu mengapa dia bisa mengatakan seperti itu. Atau atas dasar apa dia mengeluarkan pernyataan seperti itu. Dalam konteks ini kita diminta supaya lebih menggugah rasa keingintahuan kita akan sesuatu.

Sedangkan bebas yang dimaksud adalah dalam berpikir kita dibebaskan untuk berpikir sesuai dengan kapasitas kita. Tanpa dikekang atau dibatasi oleh pagar culture,social atau apapun itu yang terkadang menghambat pemikiran kita. Tapi tentu kadar bebas tersebut harus bisa  dipertanggungjawabkan. Tidak asal bebas yang sebebas-bebasnya.

Sungguh sangat mengasyikkan mempelajari filsafat. Kita menjadi tahu bagaimana cara pandang para ilmuan yang telah menyumbang perubahan yang signifikan dalam perdaban dunia saat ini. Kita menjadi  tahu cara menyikapi suatu masalah secara lebih benar dengan berpikir  filsafati. Tentu sangat berbeda pemikiran orang biasa saja dengan pemikiran orang secara filsafat ketika dihadapkan atau menyikapi suatu problem dalam keseharian. Seorang yang berpikir filsafati  akan menerapkan cara-cara berpikir  filsafati seperti kritis,logis,rasional,bebas,koheren,sistematik dan banyak yang lain.

Begitu banyak cabang dalam naungan filsafat. Tapi karena aku masih duduk manis disemester dua, maka hanya filsafat ilmu saja yang baru aku pelajari. Dalam filsafat ilmu pula begitu banyak cakupannya. Mencakup bagaimana cara bersikap ilmiah atau aliran apa saja yang ada dalam lingkup filsafat itu sendiri (itu yang baru aku tahu).

Sungguh sebuah ilmu baru yang aku dapatkan dan baru aku sadari begitu besar manfaatnya dan tentu keasyikannya...

Cobalah untuk sedikit saja mengintip apa itu filsafat dan bagaimana sih cara berpikir filsafati itu. Pasti manfaatnya cepat atau lambat akan segera terasa jika benar-benar mau mengaplikasikan dalam keseharian kita...

Dan tiba-tiba ketika aku menulis ini, anganku muncul lagi..

Andaikan aku bisa benar-benar mendalami tentang fisafat berikut dengan perangkatnya dan mungkin lebih tinggi  ngayalnya lagi  jadi seorang filsuf, pasti bukan sekedar kepuasan yang aku reguk tapi juga kebahagiaan batin tersediri yang hanya bisa aku rasakan.

Dan andaikan pula dalam waktu dekat ini aku bisa mempunyai keberuntungan untuk bisa sharring dengan seseorang yang mempunyai pengetahuan lebih tentang filsafat, pasti aku seneng banget...
Sungguh sebuah kebahagiaan yang sulit diterka tatkala kita bisa meraih sebuah angan yang terlebih dulu kita masukan dalam kadar tidak mungkin.

Filsafat.... Oh ...... Filsafat

Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire