Here, I am



mercredi, octobre 21, 2015

Geng Eek ...

Setelah pasukan Berisik, saat ini biarkan aku memperkenalkan Geng Eek sebagai sahabat-sahabatku selanjutnya. Kenapa Eek namanya? Jorok kah? Haha,biar kusuguhkan foto kami berlima.
Sudah mengantongi jawabannya? Eek karena warna kuning pada jilbab yang tidak sengaja kami kenakan secara bersamaan khusus untuk sesi foto pada hari itu. Tanpa cekcok panjang, terceletuklah nama Eek itu secara spontan.
Seperti biasa, kuperkenalkan satu per satu anggotanya. Tapi kali ini, ku ulas kisah cinta mereka, bukan dari segi kepribadian.





Intan namanya. Punya pacar asli Madura yang sudah dipacarinya selama kurang lebih lima tahun sejak SMA. Saat ini sedang menjalani hubungan jarak jauh, dan itu menjadi alibinya untuk membuka celah bagi si Riko (nama disamarkan) yang merupakan teman satu jurusanku yang juga sudah punya pacar. Si Intan mengaku tidak mencintai pacarnya lagi dan sudah benar-benar  jatuh cinta pada cowo yang juga asli Madura ini meskipun dia sudah tau Riko sudah punya pacar. Tapi dasar cowo diam-diam nakal juga, meskipun sudah punya pacar, tetap saja ia menjalin kedekatan dengan Intan. Terus-terusan memberi perhatian pada Intan, pastinya membuat luluh hatinya. Padahal mereka sama-sama tahu jika hubungan mereka ini sudah tidak sehat, tapi Intan mengaku cintanya memang hanya untuk si Riko, tapi ia juga tetap mempertahankan hubungannya dengan pacarnya, bahkan dengan percaya dirinya, ia yakin jodohnya adalah si mas pacar. Lah, buat apa kamu menyabangkan hati? Tapi baiklah aku cukup hargai keputusannya.

Selanjutnya adalah Saroh. Anak Madura yang sempat bingung memilih antara tetap mempertahankan hubungan dengan pacar yang sudah dipacarinya selama lima tahun ataukah menjalani hubungan yang baru dengan si Jeje yang ceritanya adalah cinlokan waktu di KKN. Bisa dibayangkan, kan? dia sampai berani meninggalkan pacar terlama nya itu hanya karena dia merasa nyaman dengan si Jeje yang notabene baru dia kenal? Gila juga sih menurutku. Bagaimana bisa meninggalkan orang yang sudah dicintai sebegitu lama hanya karena bertemu dengan laki-laki baru? Malah kata orang si Jeje ini tidak ada apa-apanya dibanding dengan pacarnya yang dulu. Tapi meskipun Saroh ragu dengan Jeje yang sama sekali tidak bisa baca Alqur'an ditambah pula tidak pernah sholat, ia tetap menjalani hubungannya saat ini. Katanya, biarkan mengalir apa adanya. Yowes sakarepmu nduk :D

Yulia panggilannya. Gadis Madiun yang kata orang pecicilan. Kisah cintanya berawal dari KKN pula. Dengan alasan nyaman, ia terlebih dahulu mengungkapkan perasaan nyaman dan sayangnya pada Adit, si koordinator desa di KKN kami. Usut punya usut, pada saat KKN, Adit sedang dalam kubangan PDKT dengan adik tingkatnya. Entah seperti apa, singkat cerita, mereka berdua saling berkomitmen untuk saling sayang meski tidak ada kata 'jadian'. Ajaibnya Adit langusng meninggalkan PDKTannya demi Yulia. Untuk hal itu pula, Yulia memutus segala akses dari beberapa cowo yang masih mendekatinya. Untuk Adit pula yang notabene alim, ia rela pelan-pelan merubah penampilannya menjadi lebih agamis dengan balutan jubah-jubah cantiknya, bahkan mengurangi kegiatan hura-huranya seperti belanja dan karaokean. Asik, salut dah sama ini orang!

Nah, yang kali ini nih yang sebenarnya bikin kesel haha. Yang paling cantik diantara kita juga yang paling proporsional badannya. Binti banyak orang memanggilnya. Gadis Magetan yang berkulit putih dan tinggi semampai. Personil paling lebay dan tukang bikin rusuh haha. Suara khas cemprengnya kerap sekali memekakkan telinga siapa saja yang mendengarnya, terlebih jika kami sedang berkaraoke ria dan ia yang menguasai mic nya. Beeehh, suara cemprengnyaa haha. Dua hal yang mengusik personil Eek lainnya dari seorang Binti adalah sifat mudah paniknya dan ketidak tegasannya tentang hati. Jika ada masalah, ia seperti kebakaran jenggot mengeluh sana-sini tentu dengan suara kerasnya, tanpa menyadari bahwa mengeluh hanya akan memperumit masalah dan memberikan efek negatif bagi orang-orang sekitarnya. Belum lagi masalah cowo. Alibinya sejak diputus dari sang mantan, yang tadinya ia adalah sosok yang setia tiba-tiba berubah menjadi sang pemain cinta (haha). Dalam satu waktu ia bisa memacari dua orang sekaligus juga masih meladeni beberapa cowo lain lagi. Jika kami yang lain merasa malas menanggapi dan melayani cowo yang tidak bisa membuat kami nyaman, lain dengan Binti yang 'terlalu baik' hingga 'merangkul' semua yang menghampirinya tanpa khawatir perasaan pacar. Entah bisa dikatakan playgirl atau apalah itu, yang jelas aku tidak akan pernah sejalan dengan pemikirannya. Di Malang ia menjalin hubungan dengan cinlokan di KKN, tapi menyimpan pacar di Surabaya, pun masih meladeni yang dari Magetan dan Madura. Berulang kali dinasihati oleh kami yang lain, tapi apa daya jika hati sekeras batu. Baru-baru ini, ia ketahuan selingkuh, si pacar marah besar, ia justru bingung dan tidak terima dilontari kata-kata kejam dari si pacar. Ampun dah nona satu ini. Nyerah gueeh vroh :D

Dan terakhir ya yang nulis blog ini. Entah, apa mungkin karena terpengaruh lingkungan anak-anak Eek yang langganan bergalau ria, aku pun jadi lumayan 'terpaksa' untuk memikirkan ya yang begituan. Setelah kemarin hari mengakhiri hubungan dengan entah siapapun itu tak mau lagi aku sebutkan (tapi bukan putus pacaran, cuma putus TTM-an) saat ini sedang 'sedikit dekat' dengan cowo super cuek dan susah ditebak. Mungkin itu cerminan dari pribadiku sendiri yang cuek dan tidak mau tau juga tak mau berjuang masalah percintaan. Sudahlah, aku enggan berbicara panjang penuh untuk cowo yang masih belum jelas ini.

Nah, sudah kenal dengan anak-anak Eek? kami dipertemukan oleh KKN yang hanya sebulan di pucuk Tumpang, desa Benjor (Mungkin setelah ini akan dirilis cerita tentang Sang Benjor :D) Anehnya, selama KKN kami berlima sama-sama saling pencar dan tidak tergabung dalam Geng Eek. Kebersamaan kami muncul pasca KKN dimana aku yang memulai untuk menginap di kontrakan Yulia dan tanpa diduga disusul Saroh, Binti, dan Intan. Kurang lebih selama dua minggu lah kami berlima berkumpul satu kamar dan mulai mengenal satu sama lain. Seperti keluarga sendiri, kami menjalani hari-hari bersama-sama dan melewati apapun itu selalu dengan tawa. Karena bagi kami, berkumpul dan tertawa bersama adalah obat paling mujarab dari segala masalah.

Dimulai dengan belanja gila-gilaan barang-barang ber merk, perawatan dokter terkenal dan mahal. Bahkah aku yang tadinya anti perawatan, entah terpengaruh apa, mengiyakan menginjakkan kaki di tempat perawatan Natasha yang terbilang cukup mahal. Bocoran nih, Aku dan Yulia memilih Natasha untuk perawatan, sedangkan Binti dan Intan memilih LBC (London Beauty Center), dan Saroh memilih Nava Green. Gila kan kami berlima yang sama-sama kompak masalah perawatan dokter? Entahlah, aku sendiripun masih tak habis pikir.

Satu lagi. Adalah ritual wajib Geng Eek dipandu oleh si Ratu nyanyi, Intan, Karaoke. Sumpek sedikit ya karaoke, ada masalah seupil ya karaoke. Hingga aku sendiripun sudah sangat biasa keluar masuk tempat karaoke. Tapi tenang guys, kami hanya menyanyi dan berjoged sewajarnya kok. Malah aku yang selalu diam mematung di atas sofa disaat yang lain heboh menyanyi dan berjoged.

Kenekatan yang menurutku paling ekstrem dari kami adalah berkenalan dengan Penggadaian. Haha, karena lumayan hura-hura dengan alibi stress pasca KKN, kami kehabisan uang sebelum waktunya. Takut mengemis pada orang tua, maka penggadaian solusinya (Mengatasi masaah menambah beban haha). Laptop Binti yang menjadi sasarannya. Tembus satu juta seratus, kami bagi berempat uangnya (tanpa Saroh). Haha, ini kali pertama ku berhubungan dengan penggadaian. Tapi bagiku, it doesn't matter, ini pengalaman baru dalam hidupku. Bersama dengan orang-orang gila seperti mereka dan banyak melakukan kegilaan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. Karena ini sama saja keluar dari zona nyamanku dimana sebelumnya aku hanya bersahabat dekat dengan orang-orang yang alim dan lurus-lurus saja, mungkin kini saatnya aku membuka diri tapi tetap membatasi. Kepingan-kepingan impian bisa saja menyempil imut di ujung perjalanan yang tak pernah kita pikirkan sama sekali kok.

Well, akan selalu ada cerita-cerita baru lainnya ditiap harinya. Menemukan pengalaman-pengalaman baru yang tidak selamanya senyaman zona sebelumnya. Aku tidak akan menyesal mengenal kalian, girls. Dan semoga kalian akan menjadi saudara-saudaraku selanjutnya.

Semoga, bukan hanya hari ini saja. Tapi selamanya, hingga kita saling memperkenalkan Eek-Eek junior kita kelak :D

1 commentaire: