(Behind the Vio's life)
Menjadi cewe yang tidak mudah jatuh cinta itu bagai
anugrah juga petaka. Anugrah yang berarti dia tidak harus pusing-pusing
memikirkan cinta kacangan bernuansa picisan, tapi pula petaka dimana tidak
mudah jatuh cinta berbanding lurus dengan tidak mudah melupakan. Iya itu salah
satu teori dari deretan teori antah berantahnya Vio. Cewe yang lama-kelamaan
semakin menyadari ada yang tidak beres dari dirinya. Tidak bisa jatuh cinta
adalah hal yang dirinya claim sebagai
sesuatu yang tidak beres. Ikut nimbrung bernafas di dunia ini selama 21 tahun
diakuinya tidak ada satupun laki-laki yang bisa meluluh-lantahkan hatinya. Alhasil,
meskipun sudah kepala dua, pacaran masih menjadi hal yang wajib ia pikirkan
paling tidak sepuluh kali dalam sehari. Jangankan pacaran, mengatakan ‘aku
sayang kamu’ yang sedang kekinian pun masih menjadi kalimat ter-ekstrem dalam
hidpunya.
Dibesarkan dalam keluarga yang keras hasil didikan
tegas orang tuanya, membuat seorang Vio tumbuh menjadi gadis yang luar biasa
keras kepalanya. Keras kepala yang ia miliki menjalar ke hampir seluruh aspek
kehidupannya. Mulai dari pendidikan hingga masalah perasaan. Asal tahu, gadis
yang tak pernah bosan bertemu dengan coklat dalam bentuk apapun ini pernah
membantah keras orang tuanya sambil menangis ala-ala drama Korea karena tidak
terima jika harus pindah sekolah. Orang tua yang menginginkannya untuk pindah
ke sekolah yang lebih terpercaya ditolaknya mentah-mentah dengan janji mati ia
akan menjadi juara kelas di sekolah lamanya. Trik nya kali itu mujarab. Menjadi
langganan juara kelas akhirnya memenangkan sayembara gadungan Vio dan orang
tuanya. Sejak itu, ia menemukan dirinya menjelma sebagai gadis berkepala batu.
Tapi itu belum seberapa dibanding keras kepala
perasaannya. Jika iya ya akan iya jika tidak ya selamanya tidak. Tapi dalam
kasus percintaan, lebih banyak ‘tidak’ yang ia suarakan. Meskipun tidak pernah
mencicipi yang orang sebut pacaran, tapi jangan salah, gebetannya bisa lebih
dari satu dalam satu waktu. Tergolong playgirl?
Tidak juga menurutnya. Ia hanya menjalani apa yang ada di depan matanya
saja (itu alibinya). Dari semua gebetan yang ada, tidak ada satupun dari mereka
yang berakhir dengan cintanya mulus diterima. Paling mentok mereka hanya akan menjadi sahabat atau kakak-adik zone.
Entah apa yang menjadi penyebabnya, jika menyinggung
masalah hati dan jatuh cinta, ia akan menutupnya rapat-rapat. Juga karena ia
mengakui ketidakberesannya selama ini, ia mendaftar sekian daftar mengenai
perasaannya.
Tipe laki-laki idaman:
1. Yang
primer dan wajib dimiliki adalah laki-laki dengan iman yang kuat. Baginya,
kalau imannya sudah kuat, maka kata-kata seperti komitmen, tanggung jawab,
menjaga dan semua yang diinginkan wanita akan ada dengan sendirinya.
2. Ada
lima hal yang menjadi kriteria sekunder nya:
a. Pecinta
travelling. Karena Vio adalah seorang
yang tergila-gila dengan sebuah perjalanan, maka baginya akan lebih indah jika
ia bisa keliling Indonesia bersama dengan suaminya kelak.
b. Pecinta
wisata kuliner. Sejak makanan menjadi salah satu mood booster nya, ia gemar
sekali menjelajah aneka tempat yang sekiranya menyediakan makanan-makanan yang
belum pernah ia cicipi. Terbayang dalam benaknya, akan indah sekiranya ditengah
perjalanan menyalurkan hobi jalan-jalannya, ia bisa menikmati semangkok makanan
khas suatu daerah di depan laki-laki tercinta.
c. Pecinta
buku. Meskipun Vio adalah orang yang menurutnya ‘amburadul’ tak karuan, tapi ia
begitu mencintai buku. Paling betah ‘ngadem’ di toko buku yang menyajikan musik
mengalun indah, tapi kurang tertarik jika harus mengunjungi perpustakaan. Yang
ia mau, laki-lakinya nanti juga mencintai buku sama seperti dirinya. Karena
salah satu mimpinya adalah bangun pagi dengan sapaan rapi perpustakaan mini
dalam kamar pribadinya.
d. Pecinta
anak kecil. Entah ke-ibu-an atau justru kekanak-kanakan, Vio sangat antusias
berinteraksi dengan makhluk kecil lucu yang menggemaskan. Dimanapun dan
kapanpun, ia tak segan melambaikan tangan atau sekedar iseng mencubit pipi anak
kecil manapun yang ia anggap lucu (sering pula dipelototin mak-nya si anak).
Tak jauh beda dengan dirinya, ia ingin laki-laki yang menaruh cinta dan
perhatiannya kepada anak kecil. Menurutnya, laki-laki penyayang anak kecil
adalah laki-laki yang bisa bertanggung jawab dan tidak memiliki minat dan bakat
dalam menyakiti.
e. Pecinta
kucing dan anjing. Kucing dan anjing adalah dua hewan yang paling ia cintai.
Sama dengan jika bertemu dengan anak kecil, ia akan heboh kegirangan jika
bersapaan dengan dua hewan mamalia itu. Pun, ia mengimpikan seseorang yang
mencintai dua hewan paling menggemaskan dalam kamus hidupnya.
Masih belum cukup sampai disitu, berikut teori
antah-berantah seorang Vio.
1. Teori
pertamanya, ia paling tidak suka dengan pertanyaan basa-basi ‘kamu lagi
ngapain?’, pertanyaan kacangan yang baginya sudah buang-buang waktu.
2. Yang
kedua, ia anti brondong! Meskipun faktanya ia sering dekat dengan para
brondong, tapi baginya meskipun ganteng, baik dan kriteria sempurna lainnya
tapi kalau brondong, lebih baik tidak.
3. Meskipun
ia suka menulis, dan memang ia adalah seorang penulis novel abal-abal juga
pecinta sastra, ia tidak suka dengan laki-laki yang juga gemar menulis dan
sastra.
4. Ia
benci laki-laki romantis. Baginya romantis itu alay.
5. Laki-laki
yang pintar dan rapi akan menambah nilai super plus dimatanya.
6. Benci
laki-laki manja, gemar selfie, terlalu pencitraan.
7. Laki-laki
adalah mahluk yang mudah jatuh cinta sekaligus melupakan. mereka akan secepat
kilat mencari pengganti.
8. Laki-laki
itu ‘habis manis sepah dibuang’. Mereka terkungkung nafsu sesaat.
9. Baginya,
jatuh cinta adalah hal sulit kedua setelah rumus matematika atau ilmu eksak
lainnya.
10. Ketika
ia sudah jatuh cinta kelak, ia akan sulit untuk melupakan. Dibenaknya,
melupakan orang yang kita sayang adalah hal sulit selanjutnya setelah jatuh
cinta.
11. Meski
ia punya kriteria, ia percaya ‘love is blind’. Tidak menutup kemungkinan ia
akan jatuh cinta dengan laki-laki yang jauh dari kriterianya.
12. Ia
sangat percaya ‘witing trisno jalaran soko kulino’ yang artinya munculnya cinta
karena adanya kebersamaan yang terus-menerus, dan ia tidak percaya ‘love at
first sight’.
13. Sulit
baginya pula untuk menceritakan sepenggal kisah hidupnya kepada laki-laki. Jika
ia sudah menceritakannnya, berarti ia telah menaruh kepercayaan dan kenyamanan
yang sesungguhnya pada laki-laki itu.
14. Sekali
kepercayaannya dihancurkan, ia tidak akan pernah percaya pada laki-laki itu
lagi.
15. Ketika
ia belum bisa nyaman, apapun yang dilakukan laki-laki itu akan selalu salah
dimatanya.
16. Tapi
ketika ia telah jatuh cinta suatu saat nanti, tanpa diminta ia akan menerima
laki-laki itu apa adanya.
17. Jika
telah jatuh cinta, kesetiannya akan mengiringi dengan sendirinya.
18. Hatinya
akan luluh jika diterpa perhatian dan perjuangan, hanya saja ia tidak tahu
kapan akan luluh dan luluh yang berakhir seperti apa.
19. Laki-laki
kerap mengumbar ‘sayang’ ke beberapa
cewe dalam waktu bersamaan.
Beberapa kalimat sakral dalam kamus hidup seorang
Vio:
1. I
love you, aku cinta kamu
2. Aku
sayang kamu
3. Aku
kangen kamu
4. Cuma
kamu dan akan tetap kamu.
5. Aku
butuh kamu
6. Dan
kalimat-kalimat senada lainnya.
kalimat-kalimat sakral yang tidak pernah Vio ucapkan
kepada laki-laki manapun. Ia pun tidak akan seketika percaya ketika laki-laki
manapun mengatakan kalimat-kalimat diatas, baginya semua yang diucapkan akan
selalu butuh pembuktian. Jika suatu saat ia berani mengatakan kalimat sakral
diatas entah pada siapapun yang ia pilih, dan laki-laki itu mengecewakannya, ia
yakin tidak akan pernah mengulang kalimat yang pernah ia katakana lagi.
Begitulah, banyak teori gila seorang Vio yang
menjadikannya seorang gadis robot yang sulit menjatuhkan hatinya.
Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire