Here, I am



dimanche, juillet 12, 2015

Teori Antah Berantah

(Behind the Vio's life)

Menjadi cewe yang tidak mudah jatuh cinta itu bagai anugrah juga petaka. Anugrah yang berarti dia tidak harus pusing-pusing memikirkan cinta kacangan bernuansa picisan, tapi pula petaka dimana tidak mudah jatuh cinta berbanding lurus dengan tidak mudah melupakan. Iya itu salah satu teori dari deretan teori antah berantahnya Vio. Cewe yang lama-kelamaan semakin menyadari ada yang tidak beres dari dirinya. Tidak bisa jatuh cinta adalah hal yang dirinya claim sebagai sesuatu yang tidak beres. Ikut nimbrung bernafas di dunia ini selama 21 tahun diakuinya tidak ada satupun laki-laki yang bisa meluluh-lantahkan hatinya. Alhasil, meskipun sudah kepala dua, pacaran masih menjadi hal yang wajib ia pikirkan paling tidak sepuluh kali dalam sehari. Jangankan pacaran, mengatakan ‘aku sayang kamu’ yang sedang kekinian pun masih menjadi kalimat ter-ekstrem dalam hidpunya.
Dibesarkan dalam keluarga yang keras hasil didikan tegas orang tuanya, membuat seorang Vio tumbuh menjadi gadis yang luar biasa keras kepalanya. Keras kepala yang ia miliki menjalar ke hampir seluruh aspek kehidupannya. Mulai dari pendidikan hingga masalah perasaan. Asal tahu, gadis yang tak pernah bosan bertemu dengan coklat dalam bentuk apapun ini pernah membantah keras orang tuanya sambil menangis ala-ala drama Korea karena tidak terima jika harus pindah sekolah. Orang tua yang menginginkannya untuk pindah ke sekolah yang lebih terpercaya ditolaknya mentah-mentah dengan janji mati ia akan menjadi juara kelas di sekolah lamanya. Trik nya kali itu mujarab. Menjadi langganan juara kelas akhirnya memenangkan sayembara gadungan Vio dan orang tuanya. Sejak itu, ia menemukan dirinya menjelma sebagai gadis berkepala batu.
Tapi itu belum seberapa dibanding keras kepala perasaannya. Jika iya ya akan iya jika tidak ya selamanya tidak. Tapi dalam kasus percintaan, lebih banyak ‘tidak’ yang ia suarakan. Meskipun tidak pernah mencicipi yang orang sebut pacaran, tapi jangan salah, gebetannya bisa lebih dari satu dalam satu waktu. Tergolong playgirl? Tidak juga menurutnya. Ia hanya menjalani apa yang ada di depan matanya saja (itu alibinya). Dari semua gebetan yang ada, tidak ada satupun dari mereka yang berakhir dengan cintanya mulus diterima. Paling mentok mereka hanya akan menjadi sahabat atau kakak-adik zone.
Entah apa yang menjadi penyebabnya, jika menyinggung masalah hati dan jatuh cinta, ia akan menutupnya rapat-rapat. Juga karena ia mengakui ketidakberesannya selama ini, ia mendaftar sekian daftar mengenai perasaannya.
Tipe laki-laki idaman:
1.   Yang primer dan wajib dimiliki adalah laki-laki dengan iman yang kuat. Baginya, kalau imannya sudah kuat, maka kata-kata seperti komitmen, tanggung jawab, menjaga dan semua yang diinginkan wanita akan ada dengan sendirinya.
2.      Ada lima hal yang menjadi kriteria sekunder nya:
a.       Pecinta travelling. Karena Vio adalah seorang yang tergila-gila dengan sebuah perjalanan, maka baginya akan lebih indah jika ia bisa keliling Indonesia bersama dengan suaminya kelak.
b.   Pecinta wisata kuliner. Sejak makanan menjadi salah satu mood booster nya, ia gemar sekali menjelajah aneka tempat yang sekiranya menyediakan makanan-makanan yang belum pernah ia cicipi. Terbayang dalam benaknya, akan indah sekiranya ditengah perjalanan menyalurkan hobi jalan-jalannya, ia bisa menikmati semangkok makanan khas suatu daerah di depan laki-laki tercinta.
c.     Pecinta buku. Meskipun Vio adalah orang yang menurutnya ‘amburadul’ tak karuan, tapi ia begitu mencintai buku. Paling betah ‘ngadem’ di toko buku yang menyajikan musik mengalun indah, tapi kurang tertarik jika harus mengunjungi perpustakaan. Yang ia mau, laki-lakinya nanti juga mencintai buku sama seperti dirinya. Karena salah satu mimpinya adalah bangun pagi dengan sapaan rapi perpustakaan mini dalam kamar pribadinya.
d.  Pecinta anak kecil. Entah ke-ibu-an atau justru kekanak-kanakan, Vio sangat antusias berinteraksi dengan makhluk kecil lucu yang menggemaskan. Dimanapun dan kapanpun, ia tak segan melambaikan tangan atau sekedar iseng mencubit pipi anak kecil manapun yang ia anggap lucu (sering pula dipelototin mak-nya si anak). Tak jauh beda dengan dirinya, ia ingin laki-laki yang menaruh cinta dan perhatiannya kepada anak kecil. Menurutnya, laki-laki penyayang anak kecil adalah laki-laki yang bisa bertanggung jawab dan tidak memiliki minat dan bakat dalam  menyakiti.
e.    Pecinta kucing dan anjing. Kucing dan anjing adalah dua hewan yang paling ia cintai. Sama dengan jika bertemu dengan anak kecil, ia akan heboh kegirangan jika bersapaan dengan dua hewan mamalia itu. Pun, ia mengimpikan seseorang yang mencintai dua hewan paling menggemaskan dalam kamus hidupnya.
Masih belum cukup sampai disitu, berikut teori antah-berantah seorang Vio.
1.     Teori pertamanya, ia paling tidak suka dengan pertanyaan basa-basi ‘kamu lagi ngapain?’, pertanyaan kacangan yang baginya sudah buang-buang waktu.
2.    Yang kedua, ia anti brondong! Meskipun faktanya ia sering dekat dengan para brondong, tapi baginya meskipun ganteng, baik dan kriteria sempurna lainnya tapi kalau brondong, lebih baik tidak.
3.   Meskipun ia suka menulis, dan memang ia adalah seorang penulis novel abal-abal juga pecinta sastra, ia tidak suka dengan laki-laki yang juga gemar menulis dan sastra.
4.      Ia benci laki-laki romantis. Baginya romantis itu alay.
5.      Laki-laki yang pintar dan rapi akan menambah nilai super plus dimatanya.
6.      Benci laki-laki manja, gemar selfie, terlalu pencitraan.
7.   Laki-laki adalah mahluk yang mudah jatuh cinta sekaligus melupakan. mereka akan secepat kilat mencari pengganti.
8.      Laki-laki itu ‘habis manis sepah dibuang’. Mereka terkungkung nafsu sesaat.
9.   Baginya, jatuh cinta adalah hal sulit kedua setelah rumus matematika atau ilmu eksak lainnya.
10.  Ketika ia sudah jatuh cinta kelak, ia akan sulit untuk melupakan. Dibenaknya, melupakan orang yang kita sayang adalah hal sulit selanjutnya setelah jatuh cinta.
11.  Meski ia punya kriteria, ia percaya ‘love is blind’. Tidak menutup kemungkinan ia akan jatuh cinta dengan laki-laki yang jauh dari kriterianya.
12.  Ia sangat percaya ‘witing trisno jalaran soko kulino’ yang artinya munculnya cinta karena adanya kebersamaan yang terus-menerus, dan ia tidak percaya ‘love at first sight’.
13.  Sulit baginya pula untuk menceritakan sepenggal kisah hidupnya kepada laki-laki. Jika ia sudah menceritakannnya, berarti ia telah menaruh kepercayaan dan kenyamanan yang sesungguhnya pada laki-laki itu.
14.  Sekali kepercayaannya dihancurkan, ia tidak akan pernah percaya pada laki-laki itu lagi.
15. Ketika ia belum bisa nyaman, apapun yang dilakukan laki-laki itu akan selalu salah dimatanya.
16.  Tapi ketika ia telah jatuh cinta suatu saat nanti, tanpa diminta ia akan menerima laki-laki itu apa adanya.
17.  Jika telah jatuh cinta, kesetiannya akan mengiringi dengan sendirinya.
18.  Hatinya akan luluh jika diterpa perhatian dan perjuangan, hanya saja ia tidak tahu kapan akan luluh dan luluh yang berakhir seperti apa.
19.  Laki-laki kerap  mengumbar ‘sayang’ ke beberapa cewe dalam waktu bersamaan.
Beberapa kalimat sakral dalam kamus hidup seorang Vio:
1.      I love you, aku cinta kamu
2.      Aku sayang kamu
3.      Aku kangen kamu
4.      Cuma kamu dan akan tetap kamu.
5.      Aku butuh kamu
6.      Dan kalimat-kalimat senada lainnya.
kalimat-kalimat sakral yang tidak pernah Vio ucapkan kepada laki-laki manapun. Ia pun tidak akan seketika percaya ketika laki-laki manapun mengatakan kalimat-kalimat diatas, baginya semua yang diucapkan akan selalu butuh pembuktian. Jika suatu saat ia berani mengatakan kalimat sakral diatas entah pada siapapun yang ia pilih, dan laki-laki itu mengecewakannya, ia yakin tidak akan pernah mengulang kalimat yang pernah ia katakana lagi.
Begitulah, banyak teori gila seorang Vio yang menjadikannya seorang gadis robot yang sulit menjatuhkan hatinya.


Aucun commentaire:

Enregistrer un commentaire