Selamat datang tahun baru 2013. Setidaknya itu yang bisa aku ucapkan kala aku terbangun dari tidurku sejenak ketika telingaku menangkap riuhnya letusan kembang api sana-sini ditambah dengan teriakan cewe-cewe. Melihat jam, ternyata aku telah terlelap selama tiga jam dan bangun kembali ketika letusan kembang api menembus telingaku. Bergegas aku menaiki tangga dan ternyata banyak teman-temanku yang sudah stand by di pelataran tanpa atap itu untuk menyaksikan pesta kembang api tepat tengah malam ketika pergantian tahun.
Dalam remang-remang cahaya tengah malam, aku menyaksikan pertunjukan kembang api meskipun tak secara langsung. Perasaanku ikut larut dalam dentuman kembang api yang menandakan tahun 2013 telah datang. Perasaan senang dan sedih perlahan menyusup. Senang karena aku masih membuaka mata untuk menyaksikan datangnya tahun yang baru. Senang karena aku masih diberikan kesempatan menghirup udara. Tapi sedih. Sedih karena aku tak bisa turun dan melangkahkan kaki menikmati pergantian tahun secara langsung dan berteriak sekencang-kencangnya. Memang bukan suaatu keharusan. Tapi aku ingin menikmati momen itu. Aku ingin merasakan hiruk riuhnya sebuah kehidupan yang tak terkekang...
Lagi-lagi jika mengingat keberadaanku, seolah aku ingin menjudge semua ini tidak adil. Melalui lembutnya mereka, aku diarak menuju tempat yang mengepung inginku. Lagi dan lagi rasa tidak terima itu kembali muncul entah untuk kesekian kalinya. Menahan dan hanya menahan yang aku lakukan ...
Tapi tentang 2013. Tentu aku berharap tahun ini aku bisa menggenggam semua yang lebih baik. Aku harap apa yang tengah aku jadikan beban saat ini pelan tapi pasti mulai menemukan jalan terangnya dan anganku bisa di lampu hijaukan ibundaku.
Sebuah revolusi sudah mulai aku coba canangkan ditahun ini. Sebuah planning untuk nafasku kedepannya. Mencoba suatu perubahan. Berubah mulai dari rohani yang terlebih dulu aku soroti. Bahwa aku ingin meningkatkan apa yang memang sudah seharusnya aku tingkatkan selama ini. Juga, semakin mengabdikan diri pada orang-oraang yang secara tak langsung megabdikan diri demi hidupku.
Dan, satu hal lagi. Sedikit aneh. Pacar. Mulai untuk memberanikan diri memutuskan menjalin sebuah hubungan spesial dengan seseorang yang pastinya harus mendapatkan tempat istimewa dihatiku.
Yang terpenting, harus bisa meninggalkan kejelakan dan memposisikan kebaikan. Setidaknya itu pinta ku begitu aku mengawali bermunajah dini hari untuk pertama kalinya ditahun yang masih baru ini ...
Dan akhirnya, Au revoir 2012 et Bienvenue 2013 ...
Semoga kebahagiaan kian memelukku dan juga mereka ...

Aucun commentaire:
Enregistrer un commentaire